Seberapa pintarkah kepintaran respon seseorang terhadap musibah

Kegelisahaan, stress, kekecewaan, musibah, penghianatan. Jika kamu adalah seorang manusia, pasti kamu pernah bermasalah dengan mereka karena setiap dari kita adalah makhluk sosial yang berhubungan dengan orang lain.

Dimanapun tempatnya di rumah, sekolah, temapt kerja, dan lain-lain hubungan sesama manusia tidak akan lepas. Inilah cerita kehidupan kita sebagai manusia menikmati perjalanan hidup apakah bahagia, setengah bahagia dan bahkan menderita.

Pernah terlihat khususnya ketika keadaanya sulit di tempat kerja atau ketika dua kubu berbeda pendapat sehingga bertentangan dalam mengurus agenda dan bahkan berbeda personalitas dari individu mereka.

Sehingga apa yang seharusnya kita lakukan ketika seseorang menekan seseorang dan bagaimana perasaan kita mengenai hal itu? baiklah sekarang ada dua jalan yang kita bisa ambil: Kita akan memilih Menentang (bersikap keras) atau menanggapi dengan lembut .

Memilih untuk menentang (Tidak di sarankan)

Didalam perusahaan sebelumnya, saya ingat jelas memanggil ulang bagian ekskutis di aula dengan terburu-buru mengeluarkan kata-kata ungkapan dalam hal ini menimbulkan suasana gadu dengan staf meneger. Sebuah kejadian yang berlangsung membuat masalah mendidih, dan sang ekskutif terpancing juga. Sehingga menyisakan orang-orang sekililing merasa tidak nyaman.

Sebagai pemimpin, ketika kita bertindak keras dalam menghadapinya, hati kita akan merasa bergerak untuk seperti berkata bijaksana agar menangkan suasana. Ini penting dan tugasnya adalah orang yang berpengaruh seperti pemimpin, ketua, orang tua. Untuk orang seperti saya akan memberikan kebingungan apa yang harus saya lakukan.

Itu biasa terjadi ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan atau bertindak hingga keadaan menjadi masalah tak terselesaikan lagi. Atau bahkan menimbulkan takut yang berlebihan. Lalu mincul gesekan, perkelahian dan keadaan yang kaku mengambil alih.

Mungkin saja kita ingin mengakhiri dengan bertindak keras atau keluar tidak peduli, tapi itu tidak akan berhasil tenangkan dulu pikiran dan sangka-sangkaan mungkin karena berpikir berlebihan kita bisa salah mengambil keputusan.

Saling bertukar informasi atau saling berkomunikasi antar sesama mungkin bisa menjernihkan masalah ketika bereaksi keras tanpa berpikir bisa menimbulkan masalah jadi kita ubah dengan seling memahami percakapan atau argumen lawan kita mungkin ini bisa mengubah keadaan yang dulu keru menjadi tenang.

Memilih untuk merespon ( Sangat Disarankan)

Dengan menanggapinya dengan tenang tidak dengan bereaksi keras, we mampu menciptakan peluang untuk berpikir secara positif dan memutuskan yang terbaik untuk mengatasinya. Perespon melakukannya seperti tiga hal ini:
  • Bersabar
  • Kemanusiaan
  • Kesadaran atau kedewasaan

Bersabar

Kita harus unggul dalam hal ini karena apabila kita miliki sifat sabar makan akan banyak keuntungan yang kita akan raih. Termasuk mengatasi masalah yang situasinya rumit seperti yang dibahas di atas. Cara kita bersabar seperti mendengar tanpa membantah, berlaku sopan dan menahan untuk bereasksi keras dengan lawan. Ini seperti mendudukkan situasi dengan situasimu.

Dengan berpikir rasional atau masuk akan makan kita akan terlihat bijaksana dan lebih mudah menyelesaikan masalah. Lebih baik bersabar maka kita akan menikmati manis buah.

Kemanusiaan

Kita menghindari perilaku keras dari sifat pada diri kita karena sifat sesungguhnya pada manusia adalah kasih sayang. Kita ingin kepercayaan, kejujuran dan kedamaian ini bisa diraih kalau kita berprilaku manusia.

Kesadaran atau kedewasaan

Mungkin kita sudah melihat banyak kejadian ini bisa diambil pelajaran apakah kita akan bersifat kanak-kanak yang mudah cepat marah atau bersifat dewasa yang hati-hati dalam tingkahnya berbicara dan bertindak. Kita ambil perasaan dan atasi dengan memilih perkataan dan perbuatan. Ini mungkin akan menghasil kasih sayang diantara kita sehingga masalah-masalah yang timbul mudah diatasi.

Seberapa pintarkah kepintaran respon seseorang terhadap musibah