Bagaimana Merespon Ketika Murid Suka Berbicara Kasar

"Tongkat dan Batu bisa mematahkan tulang tapi kata-kata sangat menyakitkan dibanding patah tulang."
Shutterstock.com/Jozsef Bagota

Saya sedang bermain dengan tiga anak kecil dan memanggi mereke dengan ejekan angsa konyol. Ketiga anak kecil untu berteriak, menangis, dan mengatakan pada saya dengan keras betapa benci mereka dengan saya. Saya mengambil sesaat untuk menangkan mereka dan menjelaskan bahwa angsa konyol merupakan sesuatu yang buruk.

Anecode seperti ini memunculkan pertanyaan penting tentang karakter membenci ucapan. Siapa yang membenci ucapan-ucapan konyol, yang berbicara atau yang menerima? apa perbedaan antara menggoda, sindiran, hinaan, dan ucapan kasar?

Pertanyaan ini meperlihatan kita kenapa bicara kasar sangat susah untuk dihilangkan atau dihentikan. Bicara kasar sangat susah diartikan dan mudah membingungkan mengenai kenapa harus bicara seperti itu. Mungkin ada sedikit kebiasaan untuk diterapkan sehingga cara berbicara seperti itu berubah.

Penting untuk kita pahami betapa dalamnya urusan seperti ini; bicara kasar tidak akan hilang begitu saja jika tidak berusaha dengan sebab.  Kami menghabiskan banyak waktu didalam kelas bagaimana hal seperti ini bisa ada dan menyelesaikannya. Di bawah ini beberapa aktivitas bisa mengurangi atau menghilangkan bicara kasar di dalam kelas.

5 Alasan Sehingga Murid Sangat Suka Dengan Bicara
Mari kita mulai menguji kenapa murid biasa berbicara kasar . Disini ada beberapa penyebabnya:

  1. Untuk meperlihatkan kefanatikan dan kejahatan
  2. Untuk memperlihatkan kemarahan mereka dan rasa sakit 
  3. Untuk merasa hebat
  4. Untuk merasa kuat ketika mereka merasa lemah di tempat lain mereka tinggal
  5. Untuk memamerkan kepada teman-temanya
Dengan alasan seperti ini, ada aktivitas spesifik yang kita dapat gunakan untuk mengajak murid-murid pandangan lebih dalam dan menghapus bicara kasar didalam kelas. Ada beberapa langkah yang saya rekomendasikan untuk para guru, menyaring mereka untuk menyeleksi berdasarkan levelnya.  

Memikirkan Untuk Membatasi Bicara Kasar

Menciptakan ruangan kelas yang nyaman sehingga seluruh karakter meresa dihargai. 
Dengan bantuan para murid buat sebuah daftar dari aturan berperilaku yang diumukan nilainya. Contohnya "Jangan menggunakan bahasa yang menyakiti perasaan murid lain" dan "Tidak boleh budaya seseorang menjadi  bahan ejekan." Saat daftar aturan telah sempurna, kembangkan dengan murid dalam sebuah protokol untuk bagaimana aturan tersebut diterapkan.

Bangun Rasa Empati Kelas
Menjamin sebuah kelas menjadi tempat aman, tanyakan pada murid jika anda sedikitpun dari mereka yang menjadi korban dari bully ejekan kasar atau kata-kata kasar. Jika mereka mengalaminya biarkan murid tersebut berbagi untuk menangkan perasaannya dengan seisi kelas. Diskusikan dengan teman-teman kelas sehingga tidak ada perasaan yang tersimpan bagaimana mereka merasakan cerita-cerita tersebut.

Telusuri Kata Kasar Tersebut
Didalam ruangan khusus, ajak para muris untuk serius dan memberi pemahaman pada mereka  apakah mereka yang mengucapkan kata-kata tersebut. Apakah maksudnya dan apa artinya. Kamu dapat menentukan tiap grup untuk menjawab pertanyaan berikut:
  •  Siapa yang memutuskan apa isi kata kasar tersebut: Apakah pelaku atau penerima?
  • Apa perbedaaan antara menggoda, sindiran, hinaan dan ucapan kasar?
  • Apa maksud atau niat pelaku melakukan tersebut?
  • Apakah semua ucapan kata kasar sama? bagaimana subjek kata kasar tersebut?
  • Apakah korban dari kata kasa tersebut berhak untuk melawan balik?
Praktekan setiap grup lalu arah diskusi tentang topik diatas. Ketika seluruh diskusi telah selesai, kembangkan dikelas untuk di artikan, termasuk bagaimana perbedaan-perbedaan yang ada lalu diambil nilai positifnya.





Bagaimana Merespon Ketika Murid Suka Berbicara Kasar