Melatih Otak Dengan Mendengar : Strategi Sederhana Pembelajaran Murid Dan Mengatur Ruangan Kelas

Selama di sekolah, murid-murid diharapkan untuk mampu mendengar dan menyaring ilmu apa yang telah didengar. Tapi berapa lama waktu yang telah berikan pada murid-murid untuk mempersiapkan perlengkapan dengan cara-cara memutuskan  mereka dari kesibukan sendiri dan fokus pada materi yang dibicarakan oleh guru. Apakah itu bisa dilakukan?


 Mendengar adalah pekerjaan yang paling memberatkan untuk orang dewasa apalagi bagi murid-murid yang masih belia. Ketika murid tak mampu mendengar dengan efektif, ruangan kelas akan menimbulkan kegaduhan luar biasa seperti yang biasa kita lihat.

Intruksi yang tegas pada strategi yang berhubungan dengan perhatian dapat membantu muri-murid belajar how to learn cara bagaimana untuk belajar mungkin akan berdampak positif  baik antara performance akademik dan pengaturan ruangan kelas dengan empati para murid-murid dalam mengubah cara mereka berprilaku dan belajar.

Para Guru atau Calon guru artikel ini kami buat untuk bagaimana berkurangnya masalah ruangan dalam kelas sehingga para murid mulai belajar meningkatkan berpikir lalu menolong mereka menjadi mandiri dalam belajar.

Belajar mendengar dengan baik merupakan contoh utama dari sebuah skill tapi banyak mengatakan bahwa hal ini tidak dibutuhkan. The Common Core State Standars untuk seni bahasa mengakui bahwa pentingnya mendengar seperti kemampuan pada murid harus ahli dalam hal ini untuk mencapai bangku perkulihaan maupun karirnya:

Murid harus belajar ekstra keras untuk bekerja bersama, cepat dan kehati-hatian dalam mendengar sebuah pembicaraan, menggabungkan informasi dari mulut, penglihatan, bacaan dan media informasi untuk meningkatkan apa yang mereka dengar, menggunakan media dan tampilan visual dengan baik mampu membantu mencapai tujuan pemahaman dan menyesuaikan bicara pada konteks dan tugas.
Dari perspektif pengambangan mental, cara ini merupakan standar menjalin dan mengaitkan dengan keahlian alami dan kemampuan sosial dari sifat kritis para murid untuk mencapai kesuksesaan. Mendengar adalah aspek penting dari bangku sekolah hingga masuk dalam dunia pekerjaan. Dari mantan seorang guru sekolah psikologi dan mejadi konselor, yang bekerja dengan banyak murid mengetahui bagaimana dan seperti apa tantangan mendengar yang mendalam pada murid untuk mendengar secara efektif .

Melatih Otak Dengan Mendengar - Anatomi dan Psikoligi dari mendengar

Pembelajaran pada pendengaran mungkin dimulai dengan bagaimana cara kerja otak yang kita miliki. Kita menemukan bahwa banyak murid dan guru kagum dengan cara kerjanya. Proses menerima dan membaca kata-kata yang keluar dari mulut sehingga tertampung dalam otak hingga memunculkan pemahaman akan sesuatu. 

Sistemnya menerima signal dari teliga dan transmit signal tersebut pada bagian-bagian cerebral cortex untuk menguraikan kode-kode yang terdengar oleh teliga. Cara kerja ini adalah instrumental seperti mendalam dan setiap kita dengar.

Tantang yang paling umumnya pada keefektifan mendengar adalah kebisingan. Ruangan kelas dapat menjadi  cacophony (hiruk pikuk) seorang pengajar dari kebisikan para murid, gesekan kursi pada lantai, dorongan pintu, pencil jatuh dan lain-lain. Ketika system audit otak mampu memblock suara ribut tersebut untuk fokus pada hal spesific maka tidak ada hal pun baik suara dan lain-lain yang akan mengganggu.

"Bising" dapat hadir dan tidak akan bisa jauh dari seorang murid. Strategi mendengar kami jelaskan dibawah ini yang telah dirangkum untuk membantu murid dan memblock suara ribut sehingga mereka mampu mendengar dengan baik.

Strategi mendengar dilakukan dalam empat langkah:


  • Halt (Diam) : berhenti apapun yang kalian kerjakan, akhiri segala pembicaraan yang tidak penting dan bebaskan pikiran kalian dan perhatikan guru yang sedang berbicara didepan kalian.
  • Engage (Mengikutsertakan) : Fokus pada pembicaraan guru. Kami sarankan tubuh anda tetap diam, seperti badan yang tegap duduk tidak banyak goyang dan kepala menengok kedepan sehingga pendengar menyimak dengan baik.
  • Anticipate (Antisipasi) : Dengan menengok kedepan apa yang pembicara bicarakan maka sesungguhnya kalian sedang belajar sesuatu biasakan sehingga ada rasa tertarik yang muncul dalam hati untuk tetap mendengarkan.
  • Replay (Ulangi) : Pikir tentang apa yang guru bicarakan. Analisis dan terjemahkan itu dalam pikiran kalian atau diskusikan dengan guru makan akan memberikan pemahaman dan kemampuan ingatan anda akan meningkat.
     
Sesungguhnya para guru butuh beberapa contoh dari menggunakan teliga untuk strategi mendengar dan pengingat para murid ketika waktunya belajar mendengar tapi seiring awktu, mendengar akan menjadi kebiasaan yang mengasikkan.

Ketika Mr. Rohde memiliki ide sulitnya keinginan belajar how to listen bagaimana cara mendengar. Tapi dia juga mengatakan pada murid-muridnya " Menjadi hebat dalam mendengar" akan bermanfaat untuk masa depan kalian, baik itu disekolah, keluarga dan kehidupan besar kalian nanti.

Sumber Edutopia: Training The brain to listen


Melatih Otak Dengan Mendengar : Strategi Sederhana Pembelajaran Murid Dan Mengatur Ruangan Kelas